Get me outta here!

Friday, January 31, 2020

Marak Virus Corona, Cegah Kontanimasinya Dengan Pakai Masker



Dunia sedang digemparkan oleh virus corona jenis baru yang mewabah dan menelan banyak korban di Wuhan, China. Sementara itu, belum ditemukan obat atau vaksin untuk mengatasi penyakit dari virus tersebut. Virus corona menyerang saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejala terinfeksi virus corona termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, mungkin sakit kepala dan mungkin demam, dapat berlangsung selama beberapa hari.

Virus Corona mewabah dan menjangkiti wilayah Wuhan dan kota-kota sekitarnya. Puluhan orang meninggal dan Ratusan orang lainnya terjangkit virus mematikan tersebut. Pemerintah China bahkan telah melakukan karantina kepada jutaan warga di wuhan. Penyebaran virus corona dilaporkan juga tersebut telah menyebar ke 12 negara lainnya yang mempunyai akses langsung dengan kota Wuhan China.

Bahkan organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan tingkat risiko global dari virus corona yang mematikan, dari level "sedang" menjadi "tinggi,". Ini dilakukan lantaran jumlah total kasus 2019-nCoV yang dikonfirmasi secara global terus meningkat.

Kini, pemerintah di seluruh dunia telah memberlakukan kesiapsiagaan tinggi di tengah wabah epidemi baru yang pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019. Tidak terkecuali Indonesia, bahkan pemerintah sudah memiliki opsi untuk mengevakuasi WNI yang berada di sana.

Untuk mencegah terjangkitnya virus mematikan tersebut, praktisi kesehatan menyarankan untuk selalu memakai masker saat beraktifitas baik di dalam apalagi diluar rumah, namun sayangnya masih saja masyarakat yang memakai masker dengan cara yang salah.

Agar terhindar dari penyebaran virus, memasang masker jenis apapun tidak bisa asal-asalan. Pasalnya, jika masker tidak dipasang dengan benar, maka hal itu akan meninggalkan celah di sekitar mulut, ketika masker tidak dipakai dengan benar, hal ini akan memicu masalah lain.

Meski kelihatannya mudah, cara pakai masker hidung tidak boleh sembarangan. Cara memakai yang keliru bisa sangat meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya masalah. Berikut panduan cara memakai masker hidung alias alias masker bedah yang benar :
 
1. Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kebesaran atau kekecilan.

2. Selalu cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.

3. Cari sisi luar masker. Jika masker Anda memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sementara lapisan hijau menghadap ke luar.

4. Tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung.

5. Untuk masker yang menggunakan tali : posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.

6. Untuk masker karet: Anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga.

7. Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung Anda agar masker lebih tertutup rapat.

8. Panjangkan lipatan-lipatan masker kebawah untuk menutup semua bagian yang harus ditutup yakni hidung, mulut, hingga dagu.

9. Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker apalagi sebelum mencuci tangan.

Masker yang sudah digunakan hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa masker ini hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.

Kemudian, upaya pencegahan virus corona juga dapat dilakukan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi gizi seimbang dan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati jika kontak dengan hewan. Sebab virus corona melakukan penularan melalui hewan ke manusia.

0 comments:

Post a Comment