Get me outta here!

Senin, 04 Mei 2020

Sanksi Pelanggaran Kode Etik Perusahaan yang Harus Diketahui


Mungkin Anda pernah mendengar pelanggaran kode etik profesi yang banyak dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Sanksi tegas diberikan sebagai bentuk konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan tersebut. Tidak main-main, oknum bisa saja dipecat tidak hormat dari jabatan yang dimiliki. Hal yang sama berlaku pada perusahaan baik skala kecil hingga besar yang memiliki dewan kehormatan atau pihak HRD yang bertugas mengingatkan prinsip. Oleh sebab itu, karyawan wajib tahu kode etik perusahaan Mayora yang disebutkan sejak awal bergabung.

Umumnya sanksi yang diberikan pada karyawan yang melanggar kode etik perusahaan tergantung dengan kebijakan masing-masing. Berikut contoh sanksi yang diberikan bagi pelanggar kode etik perusahaan antara lain:

1. Teguran atau SP 
Setiap perusahaan memiliki kebijakan tersendiri terkait karyawan yang melanggar prinsip atau visi misi perusahaan. Jika pelanggaran yang dilakukan tergolong skala ringan, sanksi yang diberikan bisa berupa teguran atau surat peringatan (SP). Surat peringatan harus menjadi pembelajaran agar tidak mengulangi kejadian yang sama.

2. Sanksi moral 
Sanksi moral merupakan konsekuensi yang cukup berat karena orang yang tidak punya komitmen dan profesionalisme bisa sulit diterima lingkungan sekitar. Lingkungan bekerja menjadi kurang kondusif.

3. Sanksi dikeluarkan dari perusahaan 
Pelanggaran kode etik perusahaan Mayora yang harus diketahui adalah diberhentikan dari struktur perusahaan. Setiap karyawan wajib mentaati kode etik perusahaan agar bisa bekerja selaras dengan tujuan perusahaan tersebut. 

Apabila terjadi pelanggaran yang tidak bisa ditolerir lagi, maka konsekuensi terberat adalah berhenti bekerja. Pengiriman surat pemberhentian kerja menjadi hal yang harus diterima dari segala perbuatan atau tingkah laku yang melanggar tata tertib dan aturan perusahaan. 

Setiap perusahaan pasti memiliki kode etik yang wajib dipatuhi semua orang yang berada di struktur perusahaan. Menciptakan perusahaan yang kredibel dan profesional menjadi tujuan utama yang harus diwujudkan seluruh komponen dalam perusahaan.

Individu saja memiliki etika dalam bekerja atau bisnis mandiri, perusahaan besar pasti memiliki dewan khusus yang menangani masalah ini. Segenap anggota komisaris, direksi dan karyawan wajib mentaati kode etik perusahaan Mayora yang bisa membawa branding perusahaan lebih positif lagi.