Get me outta here!

Selasa, 24 November 2020

Perhatikan Hal Ini Sebelum Lakukan Pinjaman Online


Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, aktivitas peminjaman uang semakin dibuat mudah. Kini siapa pun bisa mengajukan peminjaman melalui berbagai aplikasi. Anda berencana mengajukan pinjaman dalam waktu dekat dan masih ragu untuk melakukannya? Ada beberapa tips untuk lakukan pinjaman online secara aman, sehingga terhindar dari sejumlah risiko yang nantinya malah mendatangkan banyak kerugian bagi Anda.

Tips Aman Lakukan Pinjaman Online

Berikut tips aman dalam lakukan pinjaman atau mengajukan peminjaman berbasis online:

1. Pahami Mekanisme dan Sistem Pinjaman Online
Pertama, pastikan lebih dulu Anda paham mengenai mekanisme dan sistem pinjaman online. Berbeda dengan mengajukan pinjaman ke bank, umumnya mekanisme dan sistem pada aplikasi online ini jauh lebih praktis. Hanya saja jumlah uang yang ditawarkan tergantung pada aplikasi tersebut. Nah, mengenai mekanisme, atau pun sistem, setiap aplikasi bisa berbeda-beda.

Begitu pun dengan syarat dan ketentuan. Biasanya pihak peminjaman lebih dulu harus melakukan register, serta melakukan verifikasi data basic yang meliputi data pihak-pihak khusus sebagai kontak darurat atau disebut pihak penjamin.

2. Jangan Pernah Langgar dan Abaikan Aturan
Setelah memahami segala mekanisme, hingga persyaratannya, perlu diingat dan dilakukan ialah jangan pernah sekali pun melanggar atau mengabaikan aturan yang berlaku. Kembali lagi, aktivitas peminjaman oniine tetaplah sebuah kegiatan yang dinaungi oleh hukum. Anda yang melanggar, harus siap-siap berurusan dengan hukum, meski jumlah uang yang dipinjam tidak terlalu besar sekali pun.

3. Pilih Aplikasi yang Terdaftar Resmi
Berikutnya, pastikan aplikasi pinjaman yang dipilih resmi terdaftar di bawah OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Seperti aplikasi TUNAIKU salah satunya. Mengapa? Karena para aplikasi yang telah terdaftar secara resmi ini lebih terjamin dan bisa dipercaya, di bawah pengawasan lembaga resmi pemerintah.

Aplikasi ini pun bisa diandalkan, sebab dari segi mekanisme, mau pun sistemnya tidak rumit. Pengajuan pinjaman bisa dilakukan dengan proses yang cepat dan kilat. Termasuk dalam hal pencairan dana yang tidak membutuhkan banyak waktu.

Aplikasi ini pun menjamin data-data yang dimasukan termasuk data dan kontak penjamin dimasukan saat register awal. Cara pelunasan pinjamannya pun sama-sama praktis. Hal ini pun didukung oleh tampilan aplikasinya yang rapi dan mudah untuk dipelajari.

4. Buat Pengingat Pelunasan Paling Lambat H-3
Tips lainnya ialah untuk membuat pengingat sendiri untuk segera melunasi pinjaman paling lambat H-3 dari jatuh tempo. Langkah ini disarankan karena biasanya pihak peminjam akan menghubungi Anda di tiga hari sebelum jatuh tempo untuk memberi informasi, serta pengingat pelunasan.

Daripada harus dihubungi dan membuat Anda merasa cukup terganggu, lebih baik lunasi lebih cepat dari waktunya. Biasanya akan banyak penawaran yang diberikan aplikasi terkait dalam pelunasan sebelum jatuh tempo.

5. Bijak Andalkan Pinjaman Online
Terakhir, usahakan bijak ketika gunakan pinjaman online. Banyak sekali dari kita yang kurang bijak dan malah menggunakan berbagai aplikasi peminjaman (lebih dari satu). Kemudian berujung menumpuk hutang yang tidak juga dilunasi.

Pikirkan secara matang rencana peminjaman dan hindari gunakan lebih dari satu aplikasi. Alasan peminjamannya pun harus dipikirkan matang-matang. Hindari melakukan peminjaman dengan alasan yang sebenarnya tidak ‘perlu’ atau bukan hal yang mendesak.

Download aplikasi TUNAIKU untuk mendapat pinjaman cepat dengan sistem yang praktis, serta sudah resmi terdaftar di bawah pengawasan OJK. Dapatkan pinjaman hanya dalam waktu 3 menit saja hanya melalui gadget Anda.

Jumat, 13 November 2020

Cara Menyetir yang Salah Bisa Bikin BBM Lebih Boros


Akhirnya kesempatan untuk membeli mobil impian yang sudah lama diidamkan melalui situs jual beli mobil bekas datang juga. Perasaan senang pastinya akan Anda rasakan ketika berhasil membeli sekaligus mengendarai mobil yang sudah Anda impikan sejak dulu. Hanya saja, jangan sampai rasa senang tersebut membuat Anda abai akan kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa berdampak pada mobil Anda. Salah satunya adalah kebiasaan menyetir yang salah.

Sekalipun Anda sudah mahir dalam menyetir, kebiasaan berkendara yang salah ternyata bisa berdampak pada penggunaan bahan bakar. Mobil Anda akan lebih boros bahan bakar jika melakukan beberapa kebiasaan buruk ini ketika menyetir, yakni:

1. Sering berpindah jalur ketika terjebak macet
Saat terjebak macet di jalan raya, Anda pastinya sering berpindah-pindah jalur dengan tujuan untuk menghindari macet sekaligus mempercepat waktu sampai lokasi tujuan. Padahal, terlalu sering berpindah jalur malah bisa menyebabkan boros bahan bakar karena Anda harus bolak-bolik menginjak pedal rem, gas, hingga kopling.

Lebih baik Anda tetap berada di satu jalur dan menunggu sampai macet mereda agar bahan bakar Anda tidak cepat habis.

2. Tekanan angin pada ban berkurang
Sebisa mungkin hindari berkendara dengan kondisi tekanan angin pada ban kurang. Pasalnya, selain menimbulkan ketidaknyamanan berkendara, hal ini juga membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros.

Untuk itu, selalu cek tekanan angin pada ban mobil Anda secara rutin atau sekali seminggu. Jika tekanan angin ban mobil kurang, maka isilah segera di bengkel terdekat.

3. Membawa penumpang melebihi kapasitas
Setiap mobil memiliki kapasitas bobot yang berbeda. Pastikan untuk tidak membawa penumpang melebihi kapasitas mobil tersebut. Selain berdampak pada ban mobil, membawa penumpang yang melebihi kapasitas juga bisa membuat komponen mesin mobil menjadi lebih cepat aus. Mesin yang aus tentu akan mengonsumsi bahan bakar lebih banyak.

Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya bawalah penumpang sesuai dengan kapasitas mobil. Misalnya, jika mobil tersebut diperuntukkan untuk empat orang saja maka jangan sampai melebihi kapasitasnya.

Selain beberapa kebiasaan yang sudah dituliskan di atas, melakukan kebiasaan-kebiasaan ini juga bisa membuat mobil lebih boros dalam menggunakan bahan bakar, seperti:
  • Menginjak pedal gas dalam-dalam setelah berhenti di lampu merah.
  • Terlalu pelan maupun cepat ketika menyetir.
  • Sering melakukan perjalanan singkat.
Semoga artikelnya bermanfaat!