Get me outta here!

Minggu, 21 Februari 2021

Yuk Lebih Waspada Terhadap GERD, Yuk Simak Baik-Baik Beberapa Gejalanya


Istilah penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) mungkin kurang familiar di telinga. Namun sebenarnya GERD merupakan penyakit asam lambung yang terjadi karena katup atau sfingter yang berada di kerongkongan bagian bawah melemah. Dimana jika pada kondisi normal, seharusnya katup akan terbuka agar makanan atau minuman bisa masuk menuju lambung dam dicerna. Baru setelah makanan ataupun minuman masuk menuju lambung, katup akan tertutup dengan kencang agar isi lambung tidak kembali naik ke kerongkongan. Sehingga jika Anda kerap mengalami mulut yang terasa asam dan rasa perih pada bagian dada hingga tenggorokan, sebaiknya waspada karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala yang ada pada penyakit GERD.

Pada mereka yang menderita GERD, katup atau sfinger-nya sudah melemah. Sehingga tidak bisa menutup dengan baik setelah makanan atau minuman menuju lambung. Akibatnya isi dari lambung yang berupa makanan dan asam lambung kembali naiki menuju kerongkongan. Banyak orang yang mengira jika penyakit GERD merupakan penyakit maag. Namun ternyata hal ini adalah sesuatu yang berbeda, meskipun untuk beberapa gejalanya ada yang sama. Penyakit GERD terjadi karena beberapa penyebab, antara lain:

  1. Mengonsumsi makanan yang pedas berminyak, mengandung gula yang cukup tinggi, menggunakan bahan pengawet, sehingga memicu peningkatan fluktuasi asam lambung.
  2. Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein ataupun alkohol tinggi.
  3. Kurang mengonsumsi jenis makanan seperti buah dan sayur-sayuran sehingga tubuh kekurangan asupan nutrisi alami.
  4. Kebiasaan langsung berbaring atau tidur setelah makan, dimana seharusnya menunggu jeda sekitar 30 menit terlebih dahulu baru bisa tidur.
  5. Memiliki jam tidur yang tidak teratur dan kurang dari 7-8 jam per hari, sehingga menyebabkan hormone tubuh tidak seimbang dan memicu peningkatan fluktuasi asam lambung.
Ada beberapa gejala penyakit GERD yang sebaiknya Anda ketahui dan waspadai jika mengalaminya, yaitu:

  1. Timbul rasa asam maupun pahit pada mulut.
  2. Sakit tenggorokan.
  3. Sering merasakan sakit pada bagian ulu hati, terutama ketika telat makan maupun setelah makan.
  4. Rasa mual dan bahkan ingin muntah ketika telat makan atau tepat setelah selesai makan.
  5. Sering merasa begah (kembung) dan bersendawa, dimana untuk sendawa bisa lebih dari 7x setiap harinya.
  6. Dada yang terasa panas bahkan sesak, terutama ketika telat makan atau setelah makan dan perut yang sering kembung.
  7. Isi lambung yang keluar sendiri tanpa disadari.
  8. Mengalami gangguan tidur.
  9. Kesulitan menelan atau merasa ada yang mengganjal di bagian tenggorokan.
  10. Kerusakan pada gigi akibat sering terkena asam lambung.
  11. Mengalami bau mulut.
  12. Mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dll. Dan untuk mereka yang juga menderita asma akan ikut kambuh juga saat kondisi GERD kumat.
Untuk mengurangi gejala pada penyakit GERD, penderita bisa mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antasida, H-2 receptor blockers, dan proton pump inhibitors (PPIs). Agar bisa mengetahui obat jenis apa yang tepat untuk dikonsumsi, penderita sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Selain dengan menggunakan obat-obatan tersebut, agar gejala GERD tidak kambuh kembali maka pasien perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti dengan memastikan untuk memiliki berat badan ideal, menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menimbulkan asam lambung naik, tidak langsung tidur setelah makan, menghindari kebiasaan merokok, menghindari penggunaan pakaian ketat, serta memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur. Jika Anda mengalami beberapa gejala yang mengacu pada penyakit GERD, segera periksakan diri ke dokter agar kondisi tidak semakin parah.

0 komentar:

Posting Komentar